Wednesday, April 6, 2011

Reflection

   Ini kisah nyata yang menggetarkan hati, seorang anak di China yang mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN SANGAT LUAR BIASA”.
  
  Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar jumlah penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada sang ayahnya, yang senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta mempunyai prilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

  Sejak ia berusia 10 tahun anak ini ditinggal oleh ibunya yang sudah tiada akibat tidak tahan hidup bersama suaminya yang sakit keras dan sangat miskin.

  Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hidup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Secara umur ia adalah masih sangat terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat ini, namun ia tetap berjuang. Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya. Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya.

  Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.

  Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa dan akan siap membantumu nak ”
  Namun apa yang dikatakan Zhang Da sangat sungguh mengejutkan kepada siapapun, ia hanya berkata, ”Aku tak mau apa-apa, aku hanya ingin Mamaku kembali !.”
Zhang Da (10 yrs old)

No Feast Last Forever

   Madame Wellington Koo atau Oei Hui Lan ialah anak dari Raja gula Semarang yang sangat terkenal, yaitu Oei Tiong Ham. Kekayaan yang tidak ada habisnya dari ayahnya ternyata tidak pernah bisa memberikan kebahagiaan padanya. Hidup serba berkelimpahan di istananya di Semarang-Indonesia di masa pemerintahan Hindia Belanda, melewatkan masa mudanya di Paris, London, Amerika, hingga China saat berkeluarga, menjadi socialita terpandang di kaum elit Eropa, menjadi istri Wellington Koo, orang nomor dua di China saat itu ternyata juga tidak juga bisa memberikan kepuasan dan kebahagiaan kepadanya.

   Dilahirkan sebagai anak kedua dari istri sah Oei Tiong Ham, Oei Hui Lan seolah menggenggam dunia dalam tangannya. Ayahnya yang kaya raya selalu memanjakannya dengan memberi apapun yang Ia inginkan, bahkan sampai membuatkan kebun binatang di istananya (istana mereka hingga saat ini masih ada di Semarang, namun sudah menjadi sebuah universitas swasta). Akan tetapi, tidak demikian dengan ibunya. Ibunya lebih menyayangi kakakanya, Oei Tjong Lan, dan lebih suka berfoya-foya membelanjakan uang ayahnya untuk membeli permata, berlian, emas, perhiasan mewah, dan baju-baju mahal hingga ke luar negeri demi menutupi kesedihannya akan kebiasaan buruk ayahnya yang memiliki banyak selir dan anak di luar nikah.

   Kekayaan yang dimiliki oleh ayahnya ternyata justru mengancam kehidupan Oei Hui Lan beserta ibu dan kakaknya yang merupakan keluarga sah dari Oei Tiong Ham. Dengan keberadaan 18 selir dan 42 anaknya, keberadaan Hui Lan, ibu dan kakaknya selalu terancam. Para selir selalu berusaha untuk menggantikan ibu Hui Lan untuk menjadi istri sah ayahnya dan menguasai seluruh harta ayahnya. Ayahnya, Oei Tiong Ham, yang dikenal sebagai Raja Gula, bahkan orang terkaya se-Asia Tenggara saat itu memiliki pabrik tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga Singapura, London, Paris, Cina, dan kota lainnya. Dengan kekayaan ayahnya, Hui Lan dibekali kehidupan bergelimangan harta, pakaian mewah, perhiasan mahal yang menunjukkan kastanya, berbagai kursus seperti berkuda hingga kursus bahasa yang membuatnya menguasai 4 bahasa termasuk Inggris dan Perancis.


   Semua itu ternyata masih membuat Hui Lan tetap mencari-cari kasih sayang di luar keluarganya. Pernah sekali waktu saat Ia, ibu dan kakaknya berlibur ke Singapura, Ia menemukan cinta pertamanya yang ternyata ialah seorang pria beristri. Pengalaman pahit itu membuatnya malas untuk menjalin hubungan lagi dengan pria, dan menyetujui ibunya untuk pindah tinggal ke London bersama kakaknya yang telah menikah.

   Saat mulai masuk menjadi penghuni kota London, Hui Lan dan ibunya menjadi orang yang sangat norak dan terkesan pamer. Ibunya yang terobsesi untuk menjadikan Hui Lan wanita terpandang dan bisa berbaur dengan para socialita membekali Hui Lan dengan gaun-gaun mewah dan perhiasan mahal setiap mereka akan mengunjungi pesta. Mulai asyik dengan kehidupan barunya, Hui Lan menjadi sangat terbiasa berpesta, mengikuti acara para socialita Eropa, berteman dengan keluarga kerajaan, bergaul dengan pria bule, hingga terbiasa dengan kebiasaan ibunya untuk memberikan perhiasan mahalnya ke orang yang dekat dengannya.

   Tapi semua itu tetap membuat Hui Lan merasa tidak puas. Ia selalu mencoba mencari cara untuk membahagiakan dirinya, tapi tidak pernah menemukannya.Obsesi ibunya untuk membuat Hui Lan menjadi orang terpandang akhirnya membuatnya harus menjalani kehidupan pernikahan tanpa cinta. Menikahi Wellington Koo, orang nomor dua di China, yang menjadi duta besar Cina untuk Amerika dalam rangka memerdekakan China memang membawanya ke kehidupan yang jauh lebih tinggi kastanya. Ia mulai dikenal oleh semua pembesar negara-negara yang menjalin hubungan dengan China, berbaur dengan berbagai keluarga presiden, kerajaan, menteri dan anggota pemerintahan dengan strata atas.

   Dalam pernikahannya, suaminya tidak pernah memberi uang yang cukup seperti ayahnya. Karena terbiasa dengan harta dan kehidupan mewah, Hui Lan pun tak pernah segan mengeluarkan uang pribadinya untuk membahagiakan hidupnya. Mulai dari merenovasi rumah, menghias dirinya seperti kebiasaannya, memelihara banyak anjing sebagai temannya, dan masih banyak hal lainnya yang berujung kecurigaan media China akan mewahnya pola hidup Hui Lan yang saat itu lebih dikenal sebagai Madame Wellington Koo.



   Hal itu tetap tidak membuatnya kapok, Hui Lan tetap memakai uang sesuka hati, bahkan meminta uang pada ayahnya untuk segala keperluannya. Sampai suatu ketika, Ia, suami dan anaknya mengunjungi Singapura untuk bertemu ayahnya yang ternyata telah menikah lagi dengan keponakan ibunya, Ia sangat kaget dengan pola hidup ayahnya yang telah berubah 180o. Ayahnya yang kaya raya malah hidup sederhana, bahkan cenderung prihatin untuk ukurannya. Hidup di ruko kecil di daerah kumuh, jauh sekali dari ingatannya tentang istana mereka saat di Indonesia. Ia berpikir dan bertanya mengapa ayahnya mau memilih kehidupan seperti itu, namun sepertinya Ia belum mengerti keputusan ayahnya.

   Ia masih terus hidup berfoya-foya, sampai akhirnya Perang Dunia Kedua merenggut seluruh hartanya di China. Ia hanya bisa meratapi semuanya, namun tetap tidak mau merubah pola hidupnya yang bak putri di pesta dansa. Kepergian satu- persatu dari ayahnya, ibunya, lalu disusul kakaknya akhirnya mulai menyadarkannya akan  harta yang ternyata tidak bersifat kekal, dan malah menghancurkan keluarga mereka.

   Di usianya yang mulai tua, tanpa keluarga yang telah meninggalkannya, hanya tersisa anak-anaknya, tanpa suaminya yang telah menikah lagi dengan wanita lain, Hui Lan mulai merasa kesepian tinggal di rumah besar dan megah. Ia pun memilih untuk tinggal di apartemen seorang diri, dengan terlebih dahulu membekali anak-anaknya dengan rumah-rumah pribadi. Perampokan yang terjadi di apartemen kecilnya di Amerika saat usianya telah tualah yang akhirnya semakin menyadarkannya bahwa Ia tidak bisa selalu hidup memamerkan hartanya, dan membawa-bawa hartanya ke manapun Ia pergi. Ia pun mulai menyimpan seluruh harta dan perhiasan mewahnya di bank, dan hanya menyisakan sedikit di apartemennya.

   Kehidupannya yang bergelimangan harta, namun tetap tidak bisa membeli cinta dan kebahagiaan terasa begitu sayang baginya untuk dilewatkan. Bersama temannya, Hui Lan pun membuat sebuah buku kisah perjalanan hidupnya yang hanya terbit di Amerika, berjudul “No Feast Last Forever”, sesuai dengan jalan hidup yang akan ditempuh semua orang. Tidak ada pesta yang tak berakhir. Bahkan pertemuan pun akan mengalami perpisahan. Segala pesta, kehidupan glamor, kemewahan harta, dan segala sesuatu yang menyertainya pada akhirnya akan habis juga. Kebahagiaan yang justru tak lekang oleh waktu justru tidak pernah Ia miliki, dan justru menjadi hal yang paling disesalinya seumur hidupnya.

   Kisah Oei Hui lan mungkin hanya segelintir dari kisah hidup para socialita yang selalu dipenuhi pesta, hura-hura, dan barang mewah. Namun, pelajaran hidup yang dipetik Hui Lan di akhir hidupnyalah yang patut kita jadikan pembelajaran.  Jangan mengagungkan sesuatu yang sifatnya sementara seperti harta. Akan jauh  lebih baik mengumpulkan hal yang bersifat abadi seperti kebahagiaan dan cinta, karena hal itulah yang akan menguatkan kita saat dalam keadaan paling terpuruk sekalipun.


Been published by Your Magazine – Dec 2010 Edition

Saturday, February 19, 2011

Don't be Sad


















Don't be sad when I'm gone.
When tomorrow starts without me,
and I'm not there to comfort you.
Please know that I'm still love you,
cause I know you feel the same.


When tomorrow starts without me,
and you feel lost and blue.
I hope these words I've written,
will help to see you through.















Someday your pain will ease,
sadness replaced by fond memories.
Come tomorrow you will hear,
I love you whispered in the breeze.


When tomorrow starts without me,
cause God has called me home.
I turn, blowing a kiss for thee,
Sad that you may feel alone,
I will miss you tomorrow.


as I take one last glimpse,
a tear falls from my cheek.
I'll be going home,
and tomorrow will start without me.
Please, don't be sad


















Copied from : youtube.com

Beautiful Lie ♥

hello ~
I recently found a cool song and in love with it :D

free some times for this track, kay ? 


Attached MV oso :)


and the lyrics (:

I’m gone
The ground is shaking under
Feels like the world
May all come crashing down
Now your words
And sorrys have no meaning
Baby you lied

You turned it on
Wasn’t my imagination
Everybody Knows
That you’ve been running round
So dumb
Let you play with my emotions
Baby you lied

*Chorus:
If this isn’t love
What did I feel inside
If this aint love
How could you look in my eyes
Cause my heart is breakin’, not falling this time
This can’t be love now I know
You’re a beautiful lie
It’s just a
beautiful lie

So cold
Had me wrapped around your finger
Part of a Show
Like a puppet on a string
How could I know
I was just another victim
Baby you lied

*Chorus:
If this isn’t love
What did I feel inside
If this aint love
How could you look in my eyes
Cause my heart is breakin’, not falling this time
This can’t be love now I know
You’re a beautiful lie
It’s just a
beautiful lie

I can’t stay when I keep falling apart
I won’t be here waiting lost in the dark
Now I know it’s time to let go
And I won’t take this anymore
I don’t wanna be lonely but I can’t take no more
You’re just a heartache baby
I’m out that door

Cause my heart is breakin’, not falling this time
This can’t be love now I know
You’re a beautiful lie
It’s just a
beautiful lie


Cause my heart is breakin’, not falling this time
This can’t be love now I know
It’s just a
beautiful lie

--------------------------

If this isn't love what did I feel inside 
Yoh

Tuesday, February 15, 2011

Mom

I miss mom so much
how I wish can back to mom soon
embraced by mom, being told "welcome back my daughter" always be best moment I longing for

No place as warmth, as safe, as peace as Mom's embrace
Warmth feeling when you get " Welcome Home " as replied for " I'm Home "

“ The love of a family is life's greatest blessing ”

" Who run to help me when I fell ?
Have some pretty story tell ?
Kiss the place to make it well ?
My mother - Ann Taylor "




















When I was child,
mom asked me what I want to be when I grown up,
I answered " Be a Woman "
Now, she asked me again what I want to be,
I answered " Forever Be Your Little Girl Mom "




















" Where we love is home, home that our feet may leave but not our hearts - Oliver Wendell Holmes "



















♥ you Mom
Yoh 

Monday, February 14, 2011

Valentine Day

hello ~ !
Though Valentine's Day is over,
lets look back to History of Valentine :D


Long time ago, under the rule of Emperor Claudius II Rome was involved in many bloody and unpopular campaigns.
Claudius the Emperor was having a difficult time getting soldiers to join his military leagues.
He believed that the reason was that roman men didn't want to leave their loves or families.

As a result, Claudius doesn't allowed all marriages and engagements in Rome.
One good Saint Valentine, a priest at Rome in the days of Claudius II.
He and Saint Marius secretly married the couples.
Unfortunately, this rumor heard by the Emperor.
Saint Valentine then was sent to jail, many young couples came to visit Valentine and throw notes and flowers through the jail's window as sign they believe in "LOVE"
At 14 February about year 270, Saint Valentine was beaten to death with clubs and to have his head cut off

Since that day, 14 February is celebrated as Valentine's Day and flowers as symbol of love

Happy Valentine's Day
May you find Love in everyone you meet and things you do 
Yoh 

Best Moment In Life ^^

































1. Falling in love. 
2. Laughing till your stomach hurts.
3. Enjoying a ride down the country side.
4. Listening to your favorite song on the radio.
5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.
6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy towel.

7. Passing your final exams with good grades.
8. Being part of an interesting conversation.
9. Finding some money in some old pants.

10. Laughing at yourself.
11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.

12. Laughing without a reason.
13. 'Accidentally' hearing someone say somthing good about you.

14. Watching the sunset.
15. Listening to a song that reminds you of an important person in your life.

16. Receiving or giving your first kiss.
17. Feeling this movement in your body when seeing this 'special' someone.

18. Having a great time with your friends.
19. Seeing the one you love happy.

20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.
21. Visiting an old friend of yours and remembering great memories.
22. Hearing some telling you 'I LOVE YOU'


Copied from : http://cynthiataruna.blogspot.com
Yoh